BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dewasa ini disekitar kita banyak terdapat macam-macam gerakan sosial.
Seperti halnya gerakan buruh, gerakan petani, gerakan mahasiswa, gerakan
religius, gerakan sosial,dan gerakan ideologi, apabila kita menganalisis secara
terperinci maka sangat banyak macam-macam gerakan sosial yang tumbuh di dalam
tataran masyarakat. Pada masa sekarang
juga kita sering melihat begitu banyaknya aksi-aksi gerakan sosial berupa
demonstrasi yang dilakukan baik oleh mahasiswa, masyarakat umum, serikat para
petani, buruh, maupun organisasi masyarakat lainnya yang peduli terhadap
perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Gerakan-gerakan sosial ini
muncul biasanya karena ketidakpuasan masyarakat sosial terhadap sistem yang di
buat oleh pemerintah terutama masalah perpolitikan, dunia politik yang penuh
dengan tipu daya saat ini sangat membuat masyarakat terusik nuraninya untuk
segera membenahi kondisi yang ada saat ini.selain itu juga adanya kebijakan
yang dirasa oleh masyarakat sosial bahwa kebijakan yang di keluarkan itu tidak
sesuai dengan masyarakat atau tidak “pro rakyat” bahkan menyengsarakan rakyat.
Maka hal inilah yang akan memicu timbulnya berbagai macam aksi gerakan sosial.
Tidak dapat kita pungkiri bahwasanya gerakan-gerakan sosial ini sangat
berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia ini. Seperti
contohnya gerakan sosial yang akan selalu kita kenang adalah ketika mahasiswa
Indonesia bergerak untuk menurunkan Soeharto pada tahun 1998 merupakan salah
satu gerakan sosial yang dilakukan oleh hampir seluruh mahasiswa di Indonesia
dan terbukti berhasil melengserkan rezim tersebut. Mahasiswa yang merupakan
golongan terdidik melihat banyaknya ketimpangan, keotoriteran dan pemerintah
bertindak sebagai sebuah instansi yang menganggap dirinya selalu benar pada
masa itu, membuat para mahasiswa terpanggil jiwa nasionalismenya untuk mengubah
sistem yang mulai melenceng jauh dari norma pancasila itu. Maka gerakan-gerakan
sosial itu pun muncul dan mencoba merealisasikan hal-hal yang menjadi harapan
dan berpengaruh untuk perkembangan serta kemajuan negeri tercinta ini. selain
itu masih banyak lagi gerakan-gerakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat
kita Indonesia ini bukan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan namun
semata-mata untuk mengingatkan nahkoda pemerintahan kita jika mereka sedang
menempuh jalur yang tidak seharusnya di tempuh.
Oleh karena itu pemakalah menyajikan tulisan tentang
“Berbagai macam gerakan sosial” yang terjadi untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Sejarah Sosial” selain itu juga di harapkan agar dapat menambah wawasan
pembaca dan bersikap kritis terhadap keadaan yang terjadi di sekitar kita
nantinya.
1.2
Rumusan Masalah
·
Bagaimana
Pola Kepemimpinan Dalam Pergerakan Sosial
·
Bagaimana Setting
sosial, Politik sebagai latar belakang pergerakan sosial
·
Bagaimana Setting
ekonomi dan budaya sebagai latar belakang pergerakan sosial
·
Bagaimana
konsep-konsep pergerakan sosial
1.3
Tujuan
·
Mengetahui bagaimana Pola Kepemimpinan Dalam Pergerakan Sosial
·
Mengetahui bagaimana Setting Sosial, Politik sebagai
latar belakang pergerakan sosial
·
Mengetahui
bagaimana Setting ekonomi dan budaya sebagai latar belakang pergerakan sosial
·
Mengetahui
bagaimana konsep-konsep pergerakan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pola Kepemimpinan Dalam
Pergerakan Sosial
Kepemimpinan adalah sebuah
hubungan yang saling
mempengaruhi di antara pemimpin
dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan
tujuan bersamanya (Joseph C. Rost.,1993)
Pemimpin
adalah sosok yang paling bertanggung jawab untuk mengantarkan sebuah Pergerakan
sosial mencapai visi dan misinya melalui sistem atau cara kerja yang paling
efektif. Pemimpin yang efektif mampu menginspirasi dan menggerakkan para
pengikutnya untuk berjuang demi tercapainya visi dan misi pergerakan sosial
tersebut. Hal ini dapat diwujudkan melalui perilaku dan pemanfaatan otoritas
yang dimiliki dalam mengarahkan pengikutnya. Perilaku dan pemanfaatan otoritas
ini menghasilkan sejumlah pola kepemimpinan.
Penentu
pola kepemimpinan dalam sebuah Pergerakan Sosisal ditentukan oleh beberapa
faktor.
Menurut
Tannenbaum dan Schmidt “Pola kepemimpinan bergantung kepada faktor-faktor yang
berasal dari sang pemimpin itu sendiri,
pengikut, dan situasi”.
Seorang
pemimpin memiliki persepsi kepemimpinan berdasarkan latar belakang,
pengetahuan, dan pengalamannya. Kekuatan-kekuatan internal yang berpengaruh
pada seorang pemimpin adalah sistem nilai yang dianut (keyakinan sejauh mana
seorang pengikut dapat terlibat dalam pengambilan keputusan), kepercayaan
kepada bawahan, kecenderungan kepemimpinan, dan rasa aman.
Faktor
situasi juga menentukan. Faktor ini mencakup tekanan lingkungan yang berasal
dari organisasi, kelompok kerja, sifat masalah, dan waktu. Begitu pula dalam pergerakan
sosial kepemimpinan sangat memiliki peranan penting bagi keberlanjutan
pergerakan sosial tersebut, jika tidak ada pemimpin maka gerakan sosial
tersebut akan kesulitan dalam menggapai tujuan yang di inginkan.
2.2 Setting Sosial
dan Politik (latar belakang
pergerakan sosial)
Dewasa ini kondisi
Sosial Politik telah berkembang pesat
dalam masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terutama perkembangan ilmu pengetahuan tentang politik, dengan meningkatnya
intelektualitas masyarakat di bidang
sosial politik dewasa ini membuat
masyarakat sekarang lebih kritis terhadap dunia sosial politik yang ada. Politik
yang dahulunya hanya digeluti oleh kaum pemerintahan dan pemerintahlah yang
menjalankan perpolitikan dengan leluasanya akan tetapi dewasa ini masyarakat
mulai peka terhadap keadaan sosial dan turut ambil bagian dalam mengamati dunia
perpolitikan yang terjadi saat ini. Pada umumnya masyarakat dengan latar
pendidikan yang baiklah yang akan menjadi penggiat-penggiat Pergerakan sosial
terutama mengenai sistem pemerintahan yang ada di negerinya. Masyarakat dengan
latar sosial politik yang baik atau kaum yang berpendidikan akan selalu mengawasi
kinerja para petinggi-petinggi yang memimpin negerinya. Apabila para pemimpin
negerinya membuat kebijakan atau sistem yang tidak sesuai maka disitulah
pergerakan sosial oleh masyarakat berlatar belakang sosial politik baik ini
akan bertindak. Maka tanpa ada komando pergerakan sosial itu akan muncul dengan
sendirinya di dalam masyarakat yang terpanggil jiwanya untuk mengatasi problematika
yang terjadi. Contoh gerakan sosial yang dilakukan oleh kaum terpelajar yang
tentu tidak akan kita lupakan adalah ketika berkuasanya rezim Soeharto hingga
tahun 1998 yang membuat mereka bertindak, bagaimana tidak kondisi masyarakat
yang amat memprihatinkan saat itu mengalami krisis yang teramat parah seperti,
masyarakat miskin tidak bisa bersekolah, harga sembako mahal, dan terutama
akses informasi masyarakat indonesia yang sangat terbatas, masyarakat tidak
bisa bahkan tidak boleh memantau bagaimana perkembangan pemerintahan, tidak
terkecuali mahasisiwa yang hanya disibukkan oleh urusan kuliah saja. Sistem SKS yang diberlakukan telah
mendorong mereka untuk mencurahkan perhatian semata-mata pada perkuliahan.
Kegiatan ekstrakulikuler dan keorganisasian mahasiswa lainnya dipersulit,
terutama tentang dunia perpolitikan dan sistem pemerintahan negerinya sendiri
tidak dapat mereka ikuti perkembangannya. Mahasiswa yang merupakan segmen
masyarakat terdidik tentunya tidak tinggal diam ketika negerinya mulai terjajah
oleh rezim tersebut, oleh karena itu para mahasiswa yang berlatar sosial
politik cukup baik ini mengingat latar belakang pendidikan mereka sebagai
mahasiswa ini bergerak dan mencoba merubah sistem yang yang menyengsarakan
rakyat itu dan melakukan aksi untuk menurunkan Presiden Soeharto saat itu, dan
akhirnya pada 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri. Aksi Pergerakan
mahasisiwa tahu 1998 tersebut merupakan salah satu contoh pergerakan sosial di
bidang politik yang pernah terjadi di Indonesia. Ketika sistem mulai menyalahi
norma yang berlaku maka saat itu pula gerakan sosial akan hadir untuk mencoba merubahnya.
2.3
Setting Ekonomi dan Budaya (latar
belakang pergerakan sosial)
Setting Ekonomi dan Budaya sebagai latar belakang
pergerakan sosial adalah bagaimana latar
belakang kondisi ekonomi dan budaya masyarakat sehingga masyarakat tersebut
ikut serta dalam pergerakan sosial. Pada umumnya kondisi ekonomi dan budaya
masyarakat yang ambil bagian dalam pergerakan sosial di bidang politik, kondisi
ekonomi dan budayanya sudah cukup baik apabila mereka ikut ambil bagian dalam
pergerakan sosial bidang politik tersebut, namun apabila masyarakat tersebut
ikut serta dalam pergerakan sosial bidang ekonomi, maka dapat dikatakan tingkat
kesejahteraan ekonominya belum terlalu baik, contohnya serikat para buruh,
petani dan pedagang yang biasanya akan mulai terusik ketentramannya jika
pemerintah mulai membuat kebijakan yang menyangkut dengan masalah perekonomian seperti kenaikan harga Bahan
Bakar Minyak yang nantinya merambat keseluruh harga barang. Maka Setting
Ekonomi dan Budaya masyarakat menengah ke bawah ini akan merespon dengan
gerakan-gerakan sosial masyarakat yang akan berusaha untuk mengingatkan
pemerintah akan nasib rakyat kecil dan meninjau ulang program atau kebijakannya
tersebut. Namun berbeda halnya jika di bidang politik, biasanya masyarakat
kelas ekonomi dan budaya menegah keataslah yang akan peduli terhadap bagaimana
perkembangan perpolitikan negerinya. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi
karena masyarakat Ekonomi dan Budaya menengah keatas tidak terlalu fokus
memikirkan kebutuhan ekonominya. Jadi masyarakat tersebut dapat memperhatikan
bagaimana perkembangan Pemerintahannya.
Berikut adalah salah satu contoh latar belakang
para pelaku Gerakan Sosial
Gerakan Para
Buruh
Gerakan para buruh adalah gerakan yang dilakukan
oleh para buruh untuk mendapatkan hak-hak mereka sebagai buruh diantaranya:
1. Upah minimum yang layak
2. Kesejahteraan para buruh di perhatikan
3. Menghapuskan sisitem kerja kontrak
Para buruh yang melakukan gerakan sosial ini
biasanya memiliki latar belakang yang sama dan juga memiliki rasa senasib dan
sepenanggungan, selain itu latar belakang pendidikan mereka pun sama, sehingga
mereka memiliki satu komitmen yang kuat untuk bersatu dan mendapatkan hak-hak
mereka secara utuh. Setting ekonomi dan budaya mereka sebagai masyarakat
ekonomi dan budaya kelas menegah kebawah ini merupakan salah satu faktor adanya
pergerakan sosial.
Oleh karena itu Setting Ekonomi dan Budaya juga
sangat berpengaruh terhadap latar belakang timbulnya gerakan-gerakkan sosial.
2.4 Konsep Pergerakan Sosial
Tri Network
adalah sebuah konsep ilmu yang memposisikan diri organisasi dari tiga aspek
penting dalam dunia kemasyarakatan. Aspek tersebut adalah:
·
Masyarakat
Sebuah Organisasi Pergerakan sosial yang mandiri
harusnya memiliki sebuah tujuan agar dapat melakukan perubahan dan tentunya
harus berorientasi terhadap masyarakat. Perjuangan yang tak berorientasi tujuan
maka akan sia-sia karena tidak ada yang akan merasakan hasil dan yang mampu
memberikan sebuah respon terhadap kinerja organisasi
·
Pemerintah
Sebagai penguasa pada suatu negara adalah pemerintah, karena itu wajib hukumnya
kita berkolaborasi dengan penguasa agar kita dapat memberikan fungsi kontrol
sosial, kita agar aturan yang ditetapkan dapat bersinergi dengan tujuan kita.
Tak lepas dari itu kita juga memiliki peran yang sentral dalam upaya
pemberdayaan masyarakat yang tentunya merupakan prioritas dari pemerintahan
untuk mensejahterakan rakyat dan tentunya bersinergi dengan aspek yang pertama
yaitu tujuan (masyarakat)
·
Instansi
Swasta
Instansi swasta merupakan aspek yang ketiga karena
perkembangan dunia ekonomi tak akan lepas dari peran instansi swasta. Aspek
yang menjadi sentral dan tentunya berakibat yang sangat fatal jika ekonomi
mengalami kemunduran dan mengakibatkan masyarakat menderita.
Ketiga aspek tersebut harusnya menjadi sebuah
sinergi dalam satu arah gerak dalam membuat kebijakan organisasi yang
berorientasi tujuan dan jejaring.
·
Marxisme adalah sebuah paham yang berdasar pada pandangan-pandangan Karl Marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan
dengan sistem ekonomi,
sistem sosial, dan sistem politik
Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis (wikipedia.org/wiki/Marxisme)
Unsur
dasarnya adalah faktor ekonomi, dianggap sebagai landasan yang esensial dalam upaya pergerakan sosial.
Sedangkan superstruktur, adalah faktor pendidikan, budaya, dan ideologi yang
berada di tempat kedua, karena faktor tersebut ditentukan oleh kondisi
perekonomian. Kondisi perekonomian memiliki peranan penting terhadap pergerakan
sosial. Namun semua itu tidak terlepas juga dari unsur sosial dan politik
tatanan masyarakan pegiat pergerakan sosial tersebut.
Jadi pada
umumnya unsur sosial, politik, dan ekonomi ini sama-sama memiliki peranan
penting dalam pergerakan sosial.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pergerakan Sosial adalah sebuah gerakan yang
dilakukan oleh masyarakat sosial untuk mencapai tujuan tertentu dengan
membentuk suatu gerakan yang akan membantu mereka dalam menggapai tujuannya
tersebut. Gerakan sosial ini di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya,
Latar belakang sosial, politik, ekonomi, sosial dan budaya Gerakan-gerakan sosial yang terbentuk
di pengaruhi oleh beberapa faktor tersebut. Latar belakang sosial dan yaitu bagaimana kondisi sosial dan politik
masyarakat yang akan melakukan gerakan sosial tersebut seperti contoh apabila
latar sosial masyarakat menengah ke bawah biasanya memunculkan gerakan sosial
seperti gerakan para buruh, petani dan lain-lain. Sedangkan untuk golongan
masyarakat menengah keatas bisanya lebih terfokus pada urusan pemerintahan.
Gerakan sosial ini pada umumnya muncul akibat
adanya rasa tidak puas pada suatu sistem yang tidak sesuai menurut mereka para
pegiat gerakan sosial ini. Selain itu gerakan sosial juga memiliki
konsep-konsep yang terstruktur untuk mempermudah mereka dalam menyampaikan
maksud dan tujuan mereka, seperti dengan menggandeng masyarakat umum dan
instansi swasta.
Pergerakan sosial juga membutuhkan pola
kepemimpinan yang mendukung dan bersinergi dengan bawahannya. jadi secara umum
pergerakan sosial ini adalah suatu gerakan ayng dilakukan masyarakat dengan
latar belakang yang sama yang memiliki kepemimpinan dan konsep-konsep dalam
pergerakan sosial tersebut untuk menggapai tujuan bersama.
Komentar
Posting Komentar